PALI,kemuningNews.com - 11 Desember 2025 – Satuan pendidikan di berbagai daerah mulai menjadi sentra konvergensi upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting, dengan menggabungkan program gizi, kesehatan, dan pendidikan dalam satu kerangka kerja terintegrasi. Langkah ini membuktikan bahwa sekolah tidak hanya tempat belajar, tetapi juga gerbang pertama untuk melindungi pertumbuhan anak sejak usia dini.
Di tengah upaya nasional untuk menurunkan angka stunting, satuan pendidikan muncul sebagai pilar penting dalam menggerakkan konvergensi berbagai pihak. Mulai dari PAUD hingga SD berperan dalam membangun sistem perlindungan anak yang holistik, terintegrasi, dan berkelanjutan.
PAUD DAN SD konvergensi terwujud melalui pendekatan holistik integratif yang menggabungkan layanan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan. Guru PAUD dan Guru SD dilatih untuk memantau tumbuh kembang anak, mendeteksi dini tanda-tanda stunting, dan memberikan stimulasi yang tepat. Mereka juga bekerja sama dengan orang tua melalui sosialisasi parenting, pembiasaan hidup bersih sehat (PHBS), dan promosi gizi seimbang, dengan puskesmas dan himpaudi untuk melaksanakan program Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) di satuan pendidikan.
Di jenjang sekolah dasar dan menengah, konvergensi dilakukan melalui pengintegrasian materi kesehatan reproduksi, lingkungan, dan gizi ke dalam kurikulum. Sekolah juga berperan dalam memfasilitasi
Konvergensi pencegahan dan percepatan penurunan stunting di satuan pendidikan tidak dapat tercapai tanpa dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, swasta, masyarakat, dan lembaga internasional. Semua pihak harus bekerja sama secara sinergis untuk menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak yang sehat dan optimal, sehingga terwujud generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

