Iklan

Helen Nopriani
April 21, 2026, 10:40 WIB
Last Updated 2026-04-21T03:40:28Z
DaerahTrending

Jeffran Pamit Dari PALI, Lanjutkan Pengabdian Di Kabupaten Lahat


PALI – kemuningnews.com- Tidak semua pemimpin meninggalkan jejak. Sebagian hanya singgah dalam jabatan, lalu berlalu tanpa kesan. Namun kepergian Ir. Jeffran Azsyapputra, S.T., M.T. justru menyisakan ruang kosong yang terasa nyata—bukan hanya di lingkungan pemerintahan, tetapi juga di hati masyarakat Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Di tengah dinamika birokrasi pasca Lebaran, gelombang perpindahan aparatur sipil negara (ASN) mulai terasa. Namun dari sekian nama yang dikabarkan berpindah tugas, Jeffran menjadi sosok yang paling menyita perhatian publik.
Bukan tanpa alasan.

Birokrat yang dikenal sebagai motor penggerak pembangunan infrastruktur di PALI tersebut kini dikabarkan mengemban amanah baru sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PU TR) Kabupaten Lahat.

Kabar kepindahan ini langsung memicu berbagai reaksi. Mulai dari rasa kehilangan hingga penilaian bahwa mutasi tersebut bukan sekadar rotasi administratif biasa.
Selama bertugas di PALI, Jeffran dikenal luas sebagai figur kunci di balik sejumlah proyek strategis. Pembangunan jalan penghubung antarwilayah, peningkatan akses desa, hingga pengembangan kawasan strategis menjadi bagian dari kontribusinya.
Namun yang membuatnya menonjol bukan hanya capaian fisik.

Ia juga dikenal memiliki gaya kepemimpinan yang terbuka dan komunikatif. Kantornya tidak kaku oleh protokol. Siapa pun bisa datang, berdiskusi, bahkan menyampaikan keluhan secara langsung. Komunikasi pun kerap berlanjut hingga di luar jam kerja.

“Beliau bukan tipe pejabat yang sulit ditemui. Justru terbuka dan komunikatif,” ujar salah satu wartawan lokal.

Pendekatan yang humanis itu membuat Jeffran tidak hanya dihormati sebagai pejabat, tetapi juga dirasakan kehadirannya oleh masyarakat. Ia tidak berdiri di atas, melainkan berjalan di antara.

Bagi banyak warga, ia menjadi tempat bersandar bagi suara-suara kecil yang sering kali tak terdengar dalam sistem birokrasi.

Di internal pemerintahan, Jeffran dikenal sebagai sosok yang loyal dan dekat dengan Bupati PALI, Heri Amalindo. Ia bahkan kerap menyebut sang bupati sebagai guru dan panutan dalam perjalanan pengabdiannya.

Saat dikonfirmasi terkait kepindahannya, Jeffran membenarkan kabar tersebut.
“Kebetulan mendapat amanah,” ujarnya singkat.

Pernyataan sederhana itu memperkuat kesan bahwa langkahnya ke Lahat merupakan bagian dari tanggung jawab yang lebih besar.

Di balik kesederhanaannya, Jeffran dikenal memegang prinsip kuat dalam pengabdian:
“Tugas kita bukan untuk terlihat baik, tetapi untuk benar-benar menjadi baik dan bermanfaat. Bukan pula memanfaatkan orang baik.”

Kini, kepergiannya meninggalkan dua rasa yang beriringan di tengah masyarakat PALI: haru dan bangga.

Haru, karena sosok yang dekat dan terbuka kini harus dilepas. Bangga, karena pengabdian itu tidak berhenti, melainkan berlanjut dan memberi manfaat lebih luas di tempat yang baru.

Sejumlah pihak menilai, kepindahan Jeffran akan menjadi tantangan tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten PALI, mengingat peran strategis yang selama ini ia emban dalam pembangunan daerah.
Bahkan, di tengah perbincangan publik, muncul satu kalimat yang mewakili perasaan banyak pihak

“Ini bukan sekadar mutasi. Ini kehilangan.”
Meski demikian, ucapan terima kasih dan doa terus mengalir mengiringi langkah barunya di Kabupaten Lahat.

“Selamat beralih tugas, Pak Jeffran. Terima kasih atas pengabdian yang tulus untuk PALI. Semoga di tempat baru, selalu diberi kesehatan, kekuatan, dan keberkahan.”
Pada akhirnya, jabatan memang memiliki batas waktu.

Namun keteladanan tidak mengenal akhir.
Dan di PALI, nama Jeffran akan tetap hidup
sebagai kenangan, sekaligus standar tentang arti kepemimpinan yang sesungguhnya.

Tag Terpopuler